“Assalamualaikum... Pak, uang kardus belum masuk yah 🙏🏻”
Pesan
sederhana seperti ini sering kami terima dari nasabah Bank Sampah Unit
Mandiri. Mereka sudah bisa melihat saldo tabungan sampahnya langsung
melalui aplikasi di ponsel.
Begitu selesai menimbang, mereka menunggu angka itu muncul, bukti kecil bahwa sampahnya benar-benar bernilai.
Namun di balik layar, ada relawan yang mencatat satu per satu data timbangan, menghitung, lalu memasukkan semuanya ke sistem.
Tidak ada gaji, tidak ada sistem lembur. Hanya keikhlasan dan tanggung jawab agar semua berjalan dengan jujur dan transparan.
Kadang kami ingin berkata, “Sabar ya, datanya sedang kami input.”
Tapi justru pesan-pesan seperti itu yang mengingatkan kami, bahwa kepercayaan masyarakat adalah modal utama kami.
Karena
bagi mereka, ini bukan sekadar uang dari kardus, tapi bukti bahwa
perubahan kecil yang mereka lakukan benar-benar berarti.
Di tengah kesibukannya sebagai kepala rumah tangga, Wa Ega, salah satu nasabah aktif BSU Mandiri tetap meluangkan waktu untuk memilah dan membersihkan sampah rumah tangganya sebelum disetorkan ke Bank Sampah . Beberapa waktu lalu, beliau mengirimkan foto-foto kegiatan persiapannya. Botol plastik dicuci dan dikeringkan, label kemasan dikumpulkan, tutup botol dipisahkan, dan gelas plastik ditata rapi. Sebuah pemandangan sederhana, namun sarat makna. Kenapa Sampah Harus Dibersihkan? Kebiasaan membersihkan sampah sebelum disetor ke Bank Sampah sebenarnya menyimpan banyak manfaat penting , baik untuk nasabah, petugas bank sampah, maupun lingkungan sekitar: ✅ Mengurangi bau dan belatung – Sampah yang kotor mudah membusuk dan menarik lalat. Membersihkannya membantu menjaga kenyamanan rumah dan lingkungan. ✅ Nilai jual lebih tinggi – Sampah bersih lebih disukai oleh pengepul karena tidak mengkontaminasi material lain, sehingga harganya pun lebih baik. ✅ Mudah disimpan lebih lama – ...
Komentar
Posting Komentar