“Assalamualaikum... Pak, uang kardus belum masuk yah 🙏🏻” Pesan sederhana seperti ini sering kami terima dari nasabah Bank Sampah Unit Mandiri. Mereka sudah bisa melihat saldo tabungan sampahnya langsung melalui aplikasi di ponsel. Begitu selesai menimbang, mereka menunggu angka itu muncul, bukti kecil bahwa sampahnya benar-benar bernilai. Namun di balik layar, ada relawan yang mencatat satu per satu data timbangan, menghitung, lalu memasukkan semuanya ke sistem. Tidak ada gaji, tidak ada sistem lembur. Hanya keikhlasan dan tanggung jawab agar semua berjalan dengan jujur dan transparan. Kadang kami ingin berkata, “Sabar ya, datanya sedang kami input.” Tapi justru pesan-pesan seperti itu yang mengingatkan kami, bahwa kepercayaan masyarakat adalah modal utama kami. Karena bagi mereka, ini bukan sekadar uang dari kardus, tapi bukti bahwa perubahan kecil yang mereka lakukan benar-benar berarti.
Sukabumi, Jawa Barat — Dalam upaya menumbuhkan kesadaran peduli lingkungan sejak dini, BSU Mandiri melakukan kegiatan edukasi pengelolaan sampah di SMPN 1 Kabupaten Sukabumi . Kegiatan ini diikuti oleh Kelompok Pecinta Lingkungan sekolah, dengan fokus pada cara memilah sampah anorganik dan penimbangan perdana sampah sekolah . Mengajarkan Pilah Sampah Sejak Dini Pengenalan cara memilah sampah merupakan langkah penting dalam menciptakan budaya peduli lingkungan. Melalui pendampingan dari tim BSU Mandiri, para siswa belajar: Cara membedakan sampah organik dan anorganik Pentingnya memilah sampah dari sumbernya Bagaimana sampah anorganik dapat memiliki nilai ekonomi Kegiatan ini dilakukan dengan metode praktik langsung, sehingga siswa dapat memahami prosesnya secara nyata dan menyenangkan. Penimbangan Perdana Sampah Sekolah Selain edukasi, dilakukan juga penimbangan perdana sampah sekolah . Penimbangan ini menjadi langkah awal bagi SMPN 1 Kabupaten Sukabumi untuk mulai...